STUDENT PROJECT “MENGANYAM CELENGAN BERBAGI UNTUK DHUAFA”

“Kebaikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia tumbuh dari tangan-tangan kecil yang belajar menyisihkan sedikit dari apa yang dimilikinya.” Itulah motto penggerak dari sebuah program yang dirancang oleh para guru SDIT Tahfidzul Qur'an An-Nahl dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial dari para siswanya. 

Sebuah program sederhana yang lahir dari kesadaran bahwa pendidikan pada hakikatnya bukan hanya tentang membuat siswa menjadi pintar secara akademik. Pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia yang memiliki karakter, kepedulian, empati, tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

SDIT Tahfidzul Qur'an Annahl menghadirkan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa tidak hanya memahami nilai kebaikan melalui teori, tetapi juga mengalami, melakukan, dan merasakan langsung manfaat dari sebuah kebaikan.

Allah SWT berfirman:

“Dan apa pun yang kamu infakkan dari suatu kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 273)

Atas dasar tersebut, dikembangkan sebuah kegiatan Student Project: “Menganyam Celengan Berbagi untuk Dhuafa".

Program ini merupakan proyek pembelajaran yang menggabungkan beberapa aspek pendidikan sekaligus. Yaitu keterampilan, kreativitas, pendidikan karakter, literasi, numerasi, kepedulian sosial, kewirausahaan sederhana, dan pendidikan keagamaan.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak membuat sendiri celengan dari bahan yang mudah diperolehnya yakni sebuah kardus bekas, kemudian menghiasnya dengan kreatif. Celengan tersebut tidak hanya menjadi hasil karya siswa, tetapi menjadi sebuah media pendidikan untuk membangun kebiasaan berbagi.

Siswa kemudian diarahkan untuk menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki secara sukarela ke dalam celengan tersebut, mengajak para guru, siswa bahkan orang tua dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya turut memberikan dukungan sumbangan. Setelah periode yang telah ditentukan, isi celengan dikumpulkan dan dikelola secara transparan untuk diberikan kepada kaum dhuafa atau masyarakat yang membutuhkan.
Pendidikan Islam tidak seharusnya hanya berbicara tentang teori. Anak perlu melihat bagaimana nilai Islam hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika guru mengajarkan tentang sedekah, anak diberi ruang untuk bersedekah.
Ketika guru berbicara tentang kepedulian, anak diberi kesempatan untuk peduli.
Ketika guru menjelaskan tentang amanah, anak diberi kepercayaan.

Ketika guru mengajarkan tentang ukhuwah, anak diajak untuk memperhatikan saudaranya.
Karena pendidikan yang paling kuat bukan hanya yang didengar oleh telinga, tetapi yang dialami oleh hati.

Allah SWT berfirman:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentang hal itu, sungguh Allah maha mengetahui.” (QS. Ali 'Imran: 92).

Dengan demikian, proyek ini memiliki pesan sederhana namun mendalam:

“Tangan siswa belajar menganyam, hati siswa belajar menyayangi, dan celengan siswa menjadi jalan untuk berbagi.”

Itulah proses pembiasaan siswa SDIT Tahfidzul Qur'an Annahl untuk belajar bahwa ilmu yang mereka dapatkan seharusnya melahirkan amal dan menghadirkan manfaat.