Hadiah Terindah Bernama Mahkota Syurga


Oleh: Affan, S.Pd, M.Pd (Kepala Sekolah SDIT Tahfidzul Qur'an An Nahl)

Pernahkah suatu hari kita menerima kejutan kecil dari anak kita? Sebuah hadiah sederhana, mungkin hanya sepotong kue, sebuah gambar buatan tangan, atau benda kecil yang dibelinya dari uang sakunya. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi cara ia mendapatkannya, penuh perjuangan. Ia menahan keinginan, menyisihkan uangnya diam-diam, demi melihat kita tersenyum.

Saat itu terjadi, hati kita luluh. Mata kita berkaca-kaca. Kita memeluknya erat, seakan ingin mengatakan, “Nak, ini sangat berarti bagi ayah dan bunda.”

Namun, pernahkah kita membayangkan ada hadiah yang jauh lebih besar dari itu?
Hadiah yang tidak hanya membuat kita menangis haru di dunia, tetapi juga menyelamatkan kita di akhirat? Hadiah yang kita sendiri tidak pernah yakin jika hadiah tersebut memang diperuntukkan untuk kita sebagai orang tua, hadiah yang membuat Anda tercengang dan terdiam karena kagum dan tidak percaya. 

Ya, itulah hadiah mahkota kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada orang tua yang anaknya menjadi pemangku Al Qur'an. Tak sebatas membaca dan menghafal, tapi juga mengamalkannya. 

Ada satu kabar yang sangat menggetarkan hati setiap ayah dan bunda. Kata Rasulullah SAW,

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ

"Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari." (HR. Abu Dawud).

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa setiap pedagang akan berada dibelakang dagangannya, dan engkau pada hari ini dibelakang semua perniagaanmu. Lalu diberikan kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya. Dipakaikan di atas kepalanya mahkota yang megah dan dipakaikan kepada orang tuanya jubah kebesaran yang sama sekali tidak pernah dikenakan oleh penduduk dunia, lalu keduanya berkata, "Mengapa kami berdua dipakaikan ini? maka dikatakan kepada keduanya, semua ini karena anak kalian menjadikan Al Quran sebagai sahabatnya."

Investasi yang kita lakukan saat ini dengan membimbing dan mengarahkan anak agar dekat dengan Al Quran bukanlah bernilai rendah. Inilah investasi terbaik yang akan memuliakan investornya tak hanya di dunia, tapi jua di akhirat kelak. Investasi dengan keuntungan yang tidak terbatas ruang dan waktu, yang tidak perlu khawatir atas kerugiannya. Tidak perlu risau akan hilang dicuri ataupun terbakar.

Membimbing mereka agar menjadi seorang hafidz Qur'an adalah langkah yang tepat dalam meraih kemuliaan dunia akhirat. Menjadikan mereka sebagai keluarga Allah yang senantiasa menjaga bumi dalam naungan cahaya Qur'an. Sehingga sebagai orang tua tidak akan merasa khawatir atas masa depan mereka di dunia. Karena sejatinya masa depan mereka sudah dijamin oleh Allah dengan jaminan yang menguntungkan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." (HR. Muslim).

Betapa mulianya seorang anak yang menghafal Al-Qur’an, dan betapa beruntungnya orang tua yang mengantarkan anaknya menuju jalan itu.
Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang tua yang beruntung dengan memiliki anak-anak penghafal Al-Quran dan mendapatkan kemuliaan di akhirat kelak sebagaimana yang Allah SWT dan Rasulullah janjikan. 

Terakhir, mari kita senantiasa melantunkan do'a nabi Ibrahim AS dalam ayat berikut ini,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي

"Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat." (QS. Ibrahim: 40).